Selamat Datang di Blog Dunia Materi Matematika

Pembelajaran Matematika Sebagai Pola Pikir Konstruktivis

Rabu, 15 Mei 20133komentar

Kemarin saya telah membahas masalah paradigma dalam pembelajaran matematika, sekarang saya akan membahas masalah pembelajaran matemtika sebagai pola pikir konstruktivis. Kita ketahui bahwa dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang di pakai dalam sistem pendidikan nasional yang harus mampu memberikan siswa untuk mengembangkan potensinya melalui para tenaga pendidik yakni guru. Kita ketahui bahwa kurikulum ini memberikan wewenang penuh pada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan sesuai kebutuhan siswa.


Hari ini dunia pendidikan kita ketahui bahwa sulit untuk menerapkan hal ini karena banyak faktor yang hari ini jadi penghambat. Kita ketahui bahwa pengetahuan akan tersusun atau terbangun di dalam pikiran siswa sendiri ketika para siswa berupaya untuk mengorganisasikan pengalaman barunya berdasar pada kerangka kognitif yang sudah ada dalam pikirannya, dengan demikian, pengetahuan tidak dapat dipindahkan dengan begitu saja dari otak seorangguru ke otak siswanya. Setiap siswa harus membangun pengetahuan itu di dalam otaknya sendiri-sendiri.

Ini yang sampai hariini belum bisa diterapkan di dunia pendidikan terlebih-lebih pada matematika yang memiliki kesulitan tingkat tinggi klaim para siswa. Matematika hadir menjadi pelajaran menakutkan bagi mereka karena mereka menganggap tingkat kesulitannya melambung tinggi yang belum sampai otak mereka untuk menerimanya. Hari ini para pendidik lebih khusus guru matematika memiliki pekerjaan penting untuk mengkonstruksi pendidikan matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan di mata para siswa.

Dari statmen di atas memang tidak seinstan yang kita bayangkan, sebagaimana sudah dinyatakan bahwa tidak setiap pengetahuan dapat di pindahkan dengan mudahdari otak guru ke otak siswa, hanya dengan usaha yang tidak henti-hentinya tanpa mengenal lelah dari siswa sendirilah suatu pengetahuan dapat dibangun dan di organisasikan ke dalam kerangka kognitifsi siswa tadi. Pengetahuan akan tersusun atau terbangun didalam pikiran siswa ketika ia berusaha untuk mengorgasisasikan pengalaman barunya berdasar pada pengetahuan yang sudah dimilikinya. Oleh karena itu suatu pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari otak seorang guru denngan begitu saja ke dalam otak siswa. Untuk itu, para siswa harus termotivasi untuk mau belajar dengan sungguh-sungguh. Di samping itu, kesalahan yan gsering dilakukan para siswa harus diperbaiki sejak dini karena tindakan pencegahan akan jauh lebih berhasil daripada tindakan penyembuhan. Sebagai tambahan, proses pembelajaran harus dimulai dari pengetahuan yang sudah ada di dalam pikiran siswa (sudah ada kerangka kognitifnya) ataupun mudah ditangkap siswa (sudah dibangun kerangka kognitifnya).

Share this article :

+ komentar + 3 komentar

15 Mei 2013 21.20

cara membangun konstruktivis itu sendiri bagaimana mas ?
soalnya saya belum tau pola konstruktivis itu sendiri dalam matematika

16 Mei 2013 12.06

selamat malam..
saya juga setuju dengan komen di atas..

16 Mei 2013 12.08

selamat malam..
saya setuju dengan coment di atas..

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar!!!!

Yas Arman Al-Yho. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Home | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Dunia Materi Matematika - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger